Terkadang kita terlalu terpaku pada rutinitasnya, sehingga lupa untuk sekedar berdoa. Kita semakin sering mengeluh dan lupa untuk sekedar mengucapkan syukur. Padahal kita bukanlah tergolong orang-orang yang tak beruntung. Buktinya kita masih bisa duduk santai sambil membuka Friendster dan membaca post ini.
Saat kau memesan makanan, dan pesanan yang datang ternyata salah, kau marah, kau menganggap itu tidak seharusnya terjadi. Tapi bersyukurlah, karna kau masih mampu membayar makanan yang kau mau. Masih banyak orang lain yang harus merangkak ditengah aspal panas, atau berdiri semalaman ditengah hujan, hanya untuk sesuap nasi.
Saat sahabatmu membuatmu kecewa, kau mengeluh. Kau menganggap tidak seharusnya seorang sahabat mengecewakanmu. Tapi bersyukurlah, karna kau masih memiliki seorang sahabat. Masih banyak orang disekitarmu yang berharap untuk sekedar memiliki teman. Untuk memiliki harta tak ternilai yang bisa kau jadikan pegangan kelak.
Saat orang tuamu marah padamu, menasihatimu dengan berbagai hal yang sebenarnya sudah kau ketahui, kau kesal. Kau berharap orang tuamu bisa mengerti dirimu dan merubah sikap mereka. Tapi bersyukurlah, karna kau masih punya orang tua. Banyak anak yang telah kering air matanya karna menangisi orang tuanya yang telah tiada. Atau bahkan sekedar ingin tahu siapa orang tuanya.
Saat kau lelah karna pekerjaanmu yang menyita waktu, atasanmu yang otoriter, atau bawahanmu yang tidak bisa diatur, kau mengeluh dan berharap untuk pekerjaan yang lebih mudah. Tapi bersyukurlah, karna kau masih memiliki pekerjaan. Masih banyak orang yang harus berjalan kesana kemari, menempuh jarak jauh dari rumah, hanya untuk mencari sebuah pekerjaan.
Saat kau pulang dan kondisi rumahmu berantakan, Istrimu tak menyiapkan makanan, anak-anakmu berteriak kesana-kemari. Kau mengeluh dan merasa tertekan. Besyukurlah, karna kau masih memiliki rumah dan keluarga. Masih banyak orang yang tidur beratapkan langit malam, dan orang-orang yang hidup sendiri tanpa cinta kasih.
Saat kau melihat teman-temanmu menghabiskan waktu bersama kekasihnya. Dan kau mengutuk dirimu yang tak memiliki pasangan hingga kau habiskan waktumu sendiri di depan televisi setiap malam. Bersyukurlah, karna kau masih memiliki banyak waktu untuk memilih pasangan yang tepat, dan menghabiskan waktu pribadi yang mungkin takkan kau dapatkan saat kau memiliki kekasih nanti.
Dan bila kau merasa hari ini adalah hari yang buruk bagimu. Bersyukurlah, karna kau masih bernafas, dan kau makin kuat untuk menghadapi semuanya besok hari.